Saturday, September 1, 2018

CEDERA PADA OLAHRAGA TENIS LAPANGAN

Sport_Medicine_Online


Teknik, Sarana dan Perlengkapan Tenis Lapangan
A.       Latar belakang
Olahraga tenis merupakan salah satu olahraga popular saat ini, khususnya di Negara-negara eropa dan amerika. Pada olahraga tenis nomor yang dipertandingkan adalah tunggal, dan ganda. Tenis bisa dimainkan oleh dua orang yang saling berhadapan dalam permainan tunggal, baik itu tunggal putra maupun tunggal putri. Bisa juga dimainkan dalam permainan ganda baik itu ganda putra maupun ganda campuran. Peralatan yang dibutuhkan untuk bisa memainkan olahraga ini adalah raket dan bola yang khusus untuk permainan tenis. Selain itu, jenis lapangan, sepatu maupun raket itu sendiri juga sangat berperan penting dalam permainan tenis lapangan.
Seiring kemajuan teknologo, kita bisa menganalisis sarana dan prasarana dalam tenis lapangan, dan hubungannya dengan peninngkatan prestasi dan kemajuan dunia tenis itu sendiri.

B.     PEMBAHASAN
Teknik-Teknik Dasar Tenis Lapangan
a.       Gerakan dimulai dari pergerakan badan menuju arah bola dan kita telah menentukan tepatnya zona bola akan dipukul. Zona yang baik untuk memukul tenis dengan grip continental. atau eastern adalah pada daerah di depan badan anda, di daerah sekitar bawah perut.
b.      Kemudian raket anda ayunkan ke belakang bersamaan dengan rotasi bahu tangan anda yang tidak memegang raket ke depan. Kaki kiri maju ke depan dan badan tegak lurus terhadap garis baseline atau net untuk melakukan closed stance
c.       Ketika bola telah masuk pada zona pukulan yang anda kehendaki, raket anda ayunkan ke depan menuju titik kontak antara bola dengan raket
d.      Raket kontak dengan bola tenis dan usahakan bola harus berada pada sweetspot dari raket untuk kesempurnaan dari pukulan tersebut, Setelah terjadi kontak maka kita melakukan followthrough dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan kita ke arah kira-kira jam 11

a.       Dari posisi bersiap, anda bergerak ke arah bola datang  dan telah menentukan zona pukulan serta grip yang akan anda pakai. Zona pukulan untuk pukulan backhand satu tangan yang baik adalah agak di depan badan anda.
b.      Raket diayunkan ke belakang beserta bahu dan punggung anda. Stance yang dipakai dalam backhand satu tangan umumnya adalah closed stance dimana posisi badan tegak lurus terhadap net atau garis baseline.
c.       Raket diayunkan ke depan menuju titik kontak dengan bola dan usahakan kontak berada pada sweetspot dari raket. Ingat, titik kontak sebaiknya berada agak di depan badan dan bukan di samping.
d.      Kemudian ayunan diteruskan untuk melakukan tahap followthrough kira-kira ke arah jam 2 badan anda.

3.      Teknik pukulan volly
a.       Peganglah raket pada grip untuk pukulan voli yaitu kontinental.
b.      Posisikan siku anda di depan badan dan pegang raket ke atas setidaknya berada di atas    pergelangan anda
c.       Saat bola datang, posisikan kepala dan tangan anda menuju bola, Rasakan bahwa badan anda menjemput bola dan biasanya kaki mengikuti.
d.      Gunakanlah pergelangan anda dalam memukul dan posisikan raket agak terbuka. Ayunan pendek dengan cepat dari atas ke bawah seperti gerakan membacok agar memberikan sedikit efek spin pada bola

a.       Berdirilah di belakang garis baseline Posisi kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang dengan arah kaki paralel dengan garis baseline. Grip yang dipakai untuk melakukan servis dalam hal ini adalah grip continental.
b.      Lemparkan bola ke atas kira-kira agak di depan kepala anda setinggi kurang lebih 20-30 cm.
c.       Bola telah melambung dan anda mulai mengayunkan raket ke belakang
d.      Pada saat bola sudah sampai pada titik kontaknya, raket diayunkan ke depan. Pada saat ini buang berat badan anda dari kaki belakang ke kaki depan untuk memberikan tenaga pada pukulan servis anda
e.       Setelah kontak dengan bola lakukan followthrough dan bersiap kembali pada posisi untuk melakukan pukulan berikutnya.
Tipe lapangan tenis
1. Grass Court (lapangan rumput)
Seperti namanya, lapangan ini terbuat beralaskan rumput namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput. Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.
2. Hard Court (lapangan semen)
Lapangan ini adalah lapangan tenis yang paling populer di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat dari semen atau dibeberapa tempat terbuat dari bahan pasiran yang di aspal. Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari semen memiliki karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal umumnya sedang. Di luar negri terdapat pula bahan sintetis untuk melapisi lapangan tenis, contohnya bahan Deco Turf (terbuat dari akrilik) dipakai untuk lapangan di Flushing Meadows rumahnya US Open atau di Australian Open memakai Rebound Ace.
3. Clay court (lapangan tanah liat)
Lapangan ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi pemain untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang panjang. Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena sifatnya yang lebih defensif. Pemain yang memiliki pukulan topspin akan menghasilkan pukulan yang lebih melenting daripada biasanya di lapangan Hard Court. Lapangan clay
4. Indoor
Istilah ini sebenarnya lebih pantas untuk masuk klasifikasi di luar negri. Di Indonesia lapangan indoor atau dalam ruangan yang umumnya adalah lapangan hard court, walaupun ada juga lapangan indoor clay seperti di lapangan tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta. Tetapi kalau di luar negri, terutama di Amerika dan Eropa, lapangan dilapisi oleh karpet berbahan sintetis. ITF (International Tennis Federation) sendiri mengartikan lapangan karpet itu berbahan dasar dari karet seperti yang digunakan pada lapangan Tennis Masters. Namun ada pula yang memakai semacam rumput sintetis ataupun kayu tetapi jarang.
Dari uraian di atas, karakteristik lapangan tenis menurut laju bolanya kira-kira ada 2, yaitu: cepat dan sedang-lambat. Permainan yang dimainkan di lapangan cepat (grass court dan hard court) dimana bola meluncur dan efek pantulan sedikit terjadi sangat cocok bagi pemain yang memiliki servis yang keras, pukulan yang flat (mendatar dan tidak memantul) serta pemain volleyer. Contoh nyata pemain pro yang merajai di lapangan cepat umumnya memiliki tipe service-volley, seperti John McEnroe, Borris Becker, Pete Sampras dan All Around player seperti Roger Federer. Sedangkan untuk lapangan sedang-lambat (hard court dan clay) pemain yang memiliki permainan baseliner, biasa dengan rally-rally panjang dan pukulan-pukulan topspin yang melenting akan diuntungkan di lapangan ini. Contoh pemain pro yang merajai di lapangan sedang-lambat adalah Andre Agassi, Sergi Bruguera atau raja clay saat ini yaitu Rafael Nadal.
              Jadi tipe permainan pun mau tidak mau tergantung dari lapangannya juga. Pemain yang biasa di lapangan lambat akan tidak efektif bila mengaplikasikan pukulan-pukulan topspin-nya di lapangan cepat terutama rumput dan sebaliknya pun begitu. Bahkan Federer pun hingga sekarang masih belum bisa merebut Grand Slam di lapangan clay (French Open) yang saat ini dikuasai Rafael Nadal, begitupun sebaliknya.
http://prasso.wordpress.com/2007/12/05/tipe-tipe-lapangan-tenis/

Raket tenis
Pemain tenis dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam di lapangan untuk berlatih fisik dan mental agar dapat mencapai puncak dari perfomannya. Salah satu faktor seringkali diabaikan oleh pemain tenis adalah memastikan mereka memiliki peralatan yang benar/seusia. Memiliki menggunakan peralatan yang benar tidak akan membuat mereka memenangkan pertandingan, tetapi menggunakan peralatan yang kurang memadai akan mengakibatkan kekalahan bagi mereka.
Jadi sangat penting bagi pelatih yang mengajar tenis untuk memiliki pengetahuan agar dapat meneruskan informasi yang diperlukan kepada pemain dan orangtua. Berikut ini akan memberikan informasi penting bagi pelatih mengenai :
1. Raket
2. Senar
3. Sepatu

Raket
Ukuran kepala raket di definisikan denga area permukaan yang dipasang senar dan didasarkan ukuran (dimensi) dalam dari sistem penunjang senar. Ukuran kepala raket diuraikan dalam bentuk inci persegi atau sentimeter persegi .
Klasifikasi umum ukuran kepala raket adalah :
- Tradisional 60 - 79 inci persegi
- ukuran medium (Midsize) 80 - 95 inci persegi
- ukuran besar (Oversize) 96 - 115 inci persegi
- Sangat besar (Oversize) 116 inci persegi keatas

Pengukuran berat ditentukan dari sisi pabrikan, mencerminkan berat raket tanpa senar. Untuk ukuran kepala raket tidak ada standar industri, tetapi petunjuk umum berikut ini dapat digunakan :
- Ekstra ringan ( extra light) (XL) dibawah 12 ons
- Ringan (light) (L) 12.0 - 12.5 ons
- Medium ringan ( light medium) (LM) 12.51 - 13 ons
- Medium (M) 13 - 13.5 ons
- Berat (heavy ) (H) 13.51 keatas

Material rangka raket. Kayu, dimana pernah digunakan untuk membuat semua raket sudah tidak digunakan lagi dan kebanyakan raket sekarang dibuat dari fiberglassm graphite atau kombinasi dari kedua material tersebut. Aluminium raket juga bisa didapatkan dan harganya sangat bersaing (murah)

Ukuran pegangan (grip). Peganagna raket memiliki 8 sisi dan tersedia dalam beberapa ukuran berdasarkan ukuran lilitan pegangan (grip) tersebut. Ukurannya dari 4 inci - 5 inci dengan jarak perbedaan ukuran 1/8 inci. Ukuran ini ditulis di gagangnya nomor 0 - 8, dengan 0 sesuai dengan 4 inci, 1 sesuai dengan 4-1/8 inci dst.

Rangka lebar (wide bodies). Terminologi untuk konstruksi rangka yang aerodinamis. Wilson dengan seri Profile-nya mengawali generasi rangka lebar (wide bodies) pertama yang sangat kaku, sangat tebal dan sangat bertenaga (powerful). Generasi berikut seringkali mengurangi sifat kak ketebalan,power dan kelenturan yang bervariasi
http://afraturandang.blogspot.com/2009/03/mengenal-raket-tenis.html
Macam-macam raket
Secara garis besar terdapat 3 jenis raket berdasarkan luas kepalanya, yaitu
  1. Mid size : 85-90 sq.inch
  2. Mid-plus : 95-105 sq.inch
  3. Oversize : 110-135 sq.inch
Ketiga ukuran di atas sedikit banyak berpengaruh pada tipe dan tingkat permainan dari seorang petenis.
Ukuran kepala raket umumnya berbanding lurus dengan power yang akan dihasilkannya. Raket-raket dengan ukuran kepala yang besar (Oversize) biasanya memproduksi power/ tenaga yang besar dan apabila anda memegang raket jenis ini maka umumnya akan terasa lebih berat di kepala raket (head heavy/ berat depan). Raket dengan ukuran kepala yang kecil (Mid size) umumnya memiliki power yang kecil dan keseimbangan raket ini akan terasa lebih berat di gagang raket (head light/ berat belakang). Sedangkan raket midplus berada di antaranya dengan berat yang seimbang. Untuk mudahnya anda dapat menimbangnya dengan jari telunjuk yang ditempatkan di leher raket yang berbentuk segitiga seperti pada gambar berikut:




Sepatu tenis
Memastikan jenis lapangan, berupa rumput, sintesis, karpet, atau tanah liat merupakan salah satu karakter jenis sepatu ini. Sepatu tenis pada bagian luarnya cukup keras, sementara sisi solnya melebar untuk melindungi kaki saat meluncur ke kanan dan ke kiri. Bagian atas agak tinggi, untuk melindungi pergelangan kaki ketika bergerak memutar, berbelok, melompat, berhenti, meluncur, serta berlari secara cepat dan tiba-tiba. Bagian depan, di daerah ibu jari, cukup tebal agar mampu menahan berat badan saat melakukan serve. Bagian sol sesuai jenis lapangan,
  • Lapangan tanah liat (clay court). Sol bermotif zigzag (herringbone). Biasanya sepatu ini sangat ringan
  • Lapangan rumput (grass court). Sol memiliki paku-paku kecil dari karet, agar tidak mudah terpeleset
  • Lapangan sintesis yang keras (hard court). Sol herringbone atau sepatu tenis dengan paku-paku kecil
  • Lapangan indoor beralas karpet. Sol hampir rata, sehingga tak mudah tersandung atau menghambat gerak






















Atribut pemain top ATP dan WTA
Selama mengikuti turnamen sepanjang tahun, para pemain diperlengkapi dengan senjata-senjata serta perlengkapan adalannya. Para pemain top umumnya di-endorse oleh sponsor untuk memakai raket atau mengenakan atribut tertentu dalam menunjang performanya di lapangan. Terkadang kita yang sering menonton pertandingan-pertandingan tenis di TV bertanya-tanya apa sih raket atau atribut yang dikenakan oleh pemain top untuk tahun ini. Dan nanti suatu produk tertentu akan menjadi trendsetter di pasaran bila seorang pemain mencapai prestasi pada suatu ajang besar, seperti contohnya Rafael Nadal dengan baju “yukensi” dan celana ¾ -nya. Atau juga raket babolat pure drive yang melejit di pasaran ketika Andy Roddick dan Kim Clijsters sedang hot-hotnya.

Raket yang sekarang populer di pro saat ini kelihatannya didominasi Wilson. Nama lain yang mengikutinya adalah Head, Prince, Dunlop, Yonex dan Babolat. Nama yang terakhir ini belakangan melejit setelah dipopulerkan oleh Carlos Moya dan diteruskan oleh Roddick dan Clijsters dengan raket Babolat Pure Drive-nya yang gemilang pada saat itu sehingga nama Babolat mulai dikenal luas. Saat ini Babolat meng-endorse beberapa pemain top, seperti Rafael Nadal, Andy Roddick, dan Fernando Gonzalez.
Sedangkan untuk apparels atau perlengkapan bermain tenis, seperti baju, celana, sepatu dll. didominasi oleh 2 nama, yaitu Nike dan Adidas. Tampaknya pemain-pemain top banyak sekali dirangkul oleh dua vendor besar ini yang otomatis dapat mendongkrak penjualan mereka. Sedangkan yang lain, seperti Reebok dan Fila hanya meng-endorse beberapa nama saja, masih kalah dengan Nike dan Adidas.
Daftar Rujukan

Featured Post

CEDERA PADA OLAHRAGA TENIS LAPANGAN

Sport_Medicine_Online Teknik, Sarana dan Perlengkapan Tenis Lapangan A.        Latar belakang Olahraga tenis merupakan salah satu ol...