Friday, February 23, 2018

Perspektif Kesehatan : Peran Penting Nutrisi untuk Ketercapaian Performa Terbaik Atlet

Sport_Medicine_Online

Sumber : https://dagelan.co/atlet-atlet-indonesia-peraih-emas-di-ajang-olimpiade

           Para ahli gizi sepakat , bahwa aktifitas fisik, performance atlet, pada fase pemulihan setelah kompetisi dapat dicapai dengan dukungan asupan gizi yang optimal. Sehingga  perlu diperhatikan kebutuhan energi bagi atlet, pengukuran komposisi tubuh, strategi untuk mengubah berat badan, nutrien dan cairan yang dibutuhkan oleh atlet.
 Karbohidrat penting untuk menjaga kadar gula darah selama latihan untuk mengganti glikogen otot. Jumlah karbohidrat untuk atlet 6-10 gr per kg berat badan per hari, tergantung total energi expenditure, tipe olahraga, jenis kelamin dan kondisi lingkungan.
          
  Kebutuhan protein meningkat sesuai dengan kenaikan aktivitas. Untuk atlet yng endurance 1,2 -1,4 g/kg berat badan, untuk latihan yang berat dan resistance  diperlukan 1,7 g/ kg berat badan.

Rekomendasi jumlah protein ini secara umum hanya dalam diet, tanpa harus ditambah suplemen asam amino.

Asupan lemak itu penting dalam diet atet karena melengkapi kebutuhan vitamin yang latut dalam lemak dan asam lemak esentiil.

Atlet dapat mengalami kekurangan mikronutrien pada mereka yang mengalami diet ketat, program penurunan berat badan, pembatasan makanan tertentu atau diet karbohidtrat tinggi dengan rendah mikronutrien.

Dehidrasi dapat  menurunkan performance latihan, sehingga sebelum dan setelah latihan  kebutuhan cairan secara adekuat harus dipenuhi.

Atlet harus minum cukup untuk menjaga keseimbangan cairan yang telah hilang. 2 jam sebelum latihan diperlukan 400 sampai 600 ml, selama latihan 150-350 ml setiap 15-20 menit tergantung kepada toleransi kebutuhan cairan.

Sesudah latihan cairan yang hilang melalui keringat selama latihan harus diganti, kira-kira dibutuhkan 450-675 ml untuk setiap 0,5 kg kehilangan berat badan selama latihan.

Jika sebelum latihan mengkonsumsi makanan kecil perlu disediakan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh,

memenuhi persyaratan antara lain: relativ rendah lemak dan serat untuk menjaga lambung tidak kosong dan mengurangi tekanan dalam saluran gastrointestinal, relativ tinggi kandungan karbohidrat agar kadar gula darah tersedia maksimal, kandungan protein moderat dan dikemas dalam makanan yang biasa disediakan untuk atlet.

 Selama latihan tujuan utama konsumsi nutrien adalah untuk mengganti cairan yang hilang dan mendapat karbohidrat kira-kira 30-60 gr per jam dalam rangka menjaga kadar gula darah. Cara ini penting diperhatikan jika latihan dilakukan untuk atlet endurance atau beban latihan lebih dari 1 jam, karena  atlet belum mendapatkan konsumsi cairan atau makanan sebelum berlatih atau atlet berada dalam situasi ekstrem (panas, dingin, ketinggian).

Sesudah berlatih pemberian makanan bertujuan untuk menggantikan glikogen otot yang hilang selama latihan dan mempercepat pemulihan.

Jika atlet kehilangan glikogen tinggi sesudah latihan, pemberian karbohidrat 1,5 g/kg berat badan selama 30 menit pertama dilanjutkan setiap 2 jam kemudian 4-6 jam cukup untuk mengganti cadangan glikogen.

Konsum protein diberikan dalam bentuk asam amino berguna untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot. Sehingga atlet mendapatkan makanan  kombinasi karbohidrat, protein, lemak segera setelah menjalani kompetisi berat atau training.

Secara umum, suplemen vitamin atau mineral tidak diberikan jika atlet cukup asupan energi yang cukup dari bervariasinya makanan untuk menjaga berat badan. Suplementasi akan direkomendasikan, jika atlet harus mengalami perbaikan diet, sakit atau pemulihan kesehatan setelah cedera atau kekuragan micronutrien. Tanpa indikasi medis, atlet tidak perlu mendapatkan suplementasi.

Penggunaan diet ergogenik harus dikonsultasikan untuk mengetahui bahwa produk ergogenik aman, legal dan diketahui efeknya serta dengan alasan yang bermakna untuk mengkonsumsinya.

Atlet yang vegetaris mungkin mendapatkan masalah intake rendah energi, protein, mikronutrien karena konsumsi makanan yang rendah kalori dan membatasi konsum daging, sehingga diperlukan konsultasi dengan ahli gizi untuk menghindari masalah tersebut.

Presentasi : Dr.rer.nat.dr. BJ Istiti Kandarina







  

No comments:

Post a Comment

Featured Post

KESEIMBANGAN PANAS : LATIHAN DISAAT PANAS DAN DINGIN

Sport_Medicine_Online Ke seimbang panas diperoleh ketika terjadi kesamaan jumlah panas yang hilang dengan yang diproduksi atau didapatka...